Berbagi Bibit, Berbagi Kehidupan

Berbagi Bibit, Berbagi Kehidupan

Character is like a tree and reputation like a shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing
Abraham Lincoln (1809-1865)


Pohon ibarat karakter. Ia mesti kuat. Karena untuk menembus bumi. Juga mesti menyejukkan. Karena pohon memberi kehidupan. Maka menanam pohon adalah ikhtiar untuk menyemai kehidupan di bumi. Itulah yang hendak diraih ketika Mata Angin membagikan bibit pohon kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Kehidupan harus dimulai dengan tunas-tunas baru. Dan, itu bisa dimulai sejak hulu. Kawasan hulu lazimnya menjadi penyanggah utama daerah hilir. Dan, kawasan Saguling termasuk kawasan hulu Sungai Citarum.

Maka, mulai menanam dari hulu akan memberikan harapan sampai ke hilir. Dari kawasan Saguling-lah, ribuan bibit pohon pun disebar dan ditanam. Tepatnya di wilayah Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Ribuan bibit pohon itu sebagian besar dibagikan kepada warga Kampung Cibinong (lebih 90%), kemudian warga Kampung Cijeruk (sekitar 5%), dan sisanya ditanam di lokasi Mata Angin di Kampung Cigagak Cijeruk (2%). Selama dua hari, 24 September 2016 dan 25 September 2016, bibit-bibit pohon tersebut didistribusikan kepada warga. Ada sekitar 39 kepala keluarga (KK) yang mendapatkan bibit pohon tersebut.

menanam dari hulu akan memberikan harapan sampai ke hilir

Lalu jenis bibit pohon apa saja yang dibagikan kepada warga? Jenisnya amat beragam. Ada 27 jenis pohon, meliputi jenis pohon pelindung, pohon produktif, pohon buah-buahan, dan juga pohon langka. Jenis bibit tersebut adalah sengon, jabon, suren, afrika, bungur, kedoya, trembesi, akasia, tanjung, gempol, gaharu, salam, pinus, sirsak, nangka, durian, rambutan, jambu batu, klewih, jamaika, bisbul, lengkeng, petai, sawo duren, matoa. Jumlah bibit sebanyak 6.000 pohon. Ribuan bibit pohon tersebut merupakan bantuan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Ciliwung, Ditjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan. Bibit pohon dibawa dari lokasi persemaian di lingkungan Kampus IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Ada 27 jenis pohon, meliputi jenis pohon pelindung, pohon produktif, pohon buah-buahan, dan juga pohon langka. Jenis bibit tersebut adalah sengon, jabon, suren, afrika, bungur, kedoya, trembesi, akasia, tanjung, gempol, gaharu, salam, pinus, sirsak, nangka, durian, rambutan, jambu batu, klewih, jamaika, bisbul, lengkeng, petai, sawo duren, matoa. Jumlah bibit sebanyak 6.000 pohon

No. Jenis Jumlah (pohon)
1. Sengon   1.300
2. Jabon 1.370
3. Suren 500
4. Afrika 1.500
5. Bungur 50
6. Kedoya 100
7. Trembesi 100
8. Akasia 25
9. Tanjung 25
10. Gempol 25
11. Gaharu 4
12. Salam 150
13. Pinus 1
14. Sirsak 200
15. Nangka 30
16. Durian 150
17. Rambutan 250
18. Jambu batu 150
19. Klewih 25
20. Jamaika 5
21. Bisbul 10
22. Lengkeng 5
23. Petai 3
24. Sawo duren 5
25. Matoa 10
26. Mangsa 5
27. Sawo kecik 2
  JUMLAH 6.000

Lalu apa tujuannya pembagian bibit pohon tersebut? Program pembagian bibit pohon bertujuan: 1) aksi nyata: mendukung kegiatan pemerintah dalam program penghijauan dan pelestarian lingkungan, terutama dalam upaya menjaga kawasan hulu Sungai Citarum tetap terlihat hijau, rimbun, dan lestari; 2) manfaat ekonomi: penanaman bibit kayu produktif dan pohon buah-buahan, sehingga dapat menjadi salah satu sumber penghasilan warga masyarakat; 3) gerakan edukasi: menanamkan sekaligus mengajak/mendorong kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan sekitar.(*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *